Rabu, 28 Januari 2009

antara cinta yang tak stagnan

aku, berdawai gitar dengan nilon yang kusut, kau bergendang tak berselaput kulit, kau putih dan aku hitam apakah bisa menyatu? kau air dan aku minyak, hingga kau panas oleh suhu ku yang mudah sekali terbakar, tercemar hingga ternodai oleh busuknya minyak. kau begitu putih dan suci tanpa tertera sikap tak indah dari paras yang begitu lugu, hingga mereka yang terpana mati dalam kurung jiwa terus membunuh secara perlahan dengan pasti, penaku pun hingga tak kuasa menyiratkan goresan wajahmu yang begitu menawan memenjarakan hakikat lelaki normal hingga begitu takluknya, mengkin bukan begitu kagum dan kasmaran, tetapi cinta yang terlontar hingga tanpa berpikiran kembali akan raut wajah yang menjanjikan akan surga padanya olehku. terlintas ku berkaca kembali pada kehidupan yang begitu semu akan aku mendambakan cinta yang begitu ketimpangan diantara kamu, bidadari dan aku. aku ingin kau menjadi hitam, menjadi minyak, dan tak seindah bunga, janga sekali-sekali kau membuat itu, karena patahmu adalah aku yang ikut rampung. aku seorang chaos pembuat onar diantara kau sang pendamai jiwa. untuk mu yang berada di senja hidupku menjelang matahari yang hilang dengan sunsetku.

Maafku untuk semua orang

aku merasa manusia itu kotor, lemah, dan tak berguna, aku pun demikian yang suka menjadi seorang yang pembohong, pecundang, dan sangat lemah, aku pun begitu tak berguna bagi siapapun, bahkan oleh apapun. apakah ini dosa dari warisan adam??? entahlah
kita yang terlahir dari setetes air yang hina dan hanya bisa menangis ketika pertama kali menatap dunia lantas bisa menyombongkan diri dengan pengetahuan yang mempengaruhi orang??? BODOH
manusia yang mengaku dirinya rasul sampai menganggap dirinya tuhan adalah manusia yang tidak bisa bertampik pada kenyataan hakikat manusia yang sebenarnya, ialah hidup bersosialisasi dalam berkoloni dan sangat menggelikan. (di post setelah nonton film mengaku rasul)

Senin, 26 Januari 2009

aku dengan jiwa perlawanan

aku takut dan enggan menulis ini dengan jiwa yang berkobar melalui dada seorang manusia melibatkan percikan diri yang membuatnya muntah dengan segala isi didalamnya. aku seakan terus berjuang melawan arah, aku bukan seorang komunist yang tak beragama atau pun seorang yang sedang mencari jati diri dalam pencarian makna akan tuhan bagiku. aku seorang pelancong, penggembara, berfikir dari tempat ke tempat dari desa ke desa lain dari kota ke kota lain, aku tahu akan teologi yang mengkurung makna dan pembebasan, aku selalu suka pantai yang menabur luas kebebasan, aku selalu suka malam yang membuat gelap dan berusaha menyadarkan manusia dari padanya yang senantiasa menjauh dari gelap nya bahaya malam. aku selalu berlawanan arah dengan arus, dengan mata angin, dengan arah jarum jam, dengan kata, dengan warna, dengan apa yang dihadapan ku.

Aku Suka Yogyakarta

pulang ke kotamu,
ada setangkup haru dalam rindu.

indah suasana yogya yang membuatku nyaman, didalam daerah istimewa Indonesia yang trus mengukir kenangan dalam hati, jiwa, dan naluri. sedih ku hilang dan memuncak bila disana. aku ingin kembali ke tanah mu, pangkuan adat yang masih terjaga kota Yogyakarta.

Agrowisata Turi, Menikmati Salak Pondoh di Taman Buah
Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Mencari Ketenangan Hati dan Berkah
Menapaki Istana Pertama Ngayogyakarta Hadiningrat
Angkringan Lik Man, Menikmati Malam di Yogyakarta bersama Kopi Joss
Adisutijpto, Bandara Internasional di Yogyakarta
Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta
Bintaran, dari Kediaman Pangeran Bintoro ke Kawasan Indisch
"Matahari" dalam Senjakala Bioskop Permata
Banyusumurup, Desa Kerajinan Aksesoris Keris
Kampung Serangan, Mengunjungi Kediaman Para Penatah Keris
Pasar Gabusan, Surga Kerajinan Bantul
Cerita Mural di Perempatan Galeria
Gereja Ganjuran, Bertemu Yesus dalam Wajah Jawa
Pesanggrahan Gua Siluman Yang Misterius
Kaliurang, Plesir ala Nyonya dan Meneer
Kasongan, Memburu Keramik di Pemukiman Kundi
Kampung Kauman, Pesona Perjuangan Islam
Kotabaru, Jelajah ke Kota Taman Tua
Kotagede, Menikmati Pesona Kota Tua
Kraton Yogyakarta, Pusat Jagad Raya
Taman Mural di Kolong Jembatan Layang Lempuyangan
Loji-Loji, Kawasan Indisch Pertama di Yogyakarta
Malioboro, Bernostalgia di Surga Cinderamata
Masjid Kotagede, Masjid Tertua di Yogyakarta
Dusun Mlangi, Wisata Religius Islami
Ngasem, Pasar Burung Tertua di Yogyakarta
Pabrik Tegel Kunci, Mengenal Produksi Ubin-Ubin Klasik
Panggung Krapyak, Tempat Raja-Raja Berburu
Pasar Klithikan Yogyakarta, Berburu Barang Bekas dan Unik
Pabrik Cerutu Taru Martani, Legenda Cigar van Java
Pecinan Yogyakarta, Kawasan Dagang Bersejarah
Pabrik Gula Madukismo dan Besi Jembatan Sungai Kwai di Thailand
Prawirotaman, Kampung Batik dan Penginapan Yang Mendunia
Puncak Suroloyo, Meneropong Borobudur dari Pertapaan Sultan Agung
Istana Ratu Boko, Kemegahan di Bukit Penuh Kedamaian
"Berpetualang" Menyusuri Selokan Mataram
Sendang Sono, Lourdes-nya Indonesia
Sendang Sriningsih, Perantara Rahmat Tuhan
Sosrokusuman, dari Penginapan Murah hingga Wayang Kancil
Sosrowijayan, Kampung Turis di Pusat Kota Yogyakarta
Stasiun Tugu, Salah Satu Pemberhentian Kereta Tertua di Indonesia
Tamansari (Taman Sari)
Giwangan, Terminal Tipe A Terbesar di Indonesia
WANAGAMA, Sepenggal Kisah Reboisasi Hingga Pohon Jati Pangeran Charles
Pesanggrahan Warungboto dan Pesona Taman Air Abad 19.

Penuh sejarah
Karena aku anak sejarah
dan ingin menjadi sejarawan

Jumat, 23 Januari 2009

buatan kebenaran itu seperti apa? kita yang tengah menangungg beban mereka yang menggunakan jalan pintas bisa disebut fair?
mengapa harus sekarang kita melawan
dan merasa tertindas.. apakah sebelumnya kita tengah mengetahui hukum-hukum yang begitu picik. kita lantang bersuara saat ini, kita mewah berasumsi tentang konespsi dewasa ini dan persoalan negeri ini yaitu pada saat ini.
maka dalam hal ini kita dan semua yang merasa kaum intelektual yang tengah mengenyam pendidikan yang di subsidi oleh rakyat saat nya bangkit dan membela kaum proletar yang tengah diambang kebimbangan karena di tindas oleh kaum kapitalis yang menamakan dirinya borjuis.
kita bisa terima dan mungkin jalan pikir individu-individu berbeda dan mungkin kami menyampaikannya dengan cara ini. kita sedih menyaksikan ketidak adilan di negeri ini. maka dari itu saya tidak percaya akan kebenaran, kebenaran ada di langit dan dunia adalah palsu

aku suka wiji tukul

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu: pemberontakan!

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun tirani harus tumbang!

Peringatan
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

Tatkala aku menyarungkan pedang
Dan bersimpuh di atas pangkuanmu,
Tertumpah rasa kerinduanku pada sang Ibu
Tangnnya yang halus mulus membelai kepalaku, bergetarlah seluruh jiwa ragaku
Musnahlah seluruh api semangat juangku
Namun sang Ibu berkata” Anakku sayang, apabila kakimu sudah melangkah di tengah padang, tancapkanlah kakimu dalam2 dan tetaplah terus bergumam sebab gumam adalah mantra dari dewa-dewa, gumam mengandung ribuan makna.”
“Apabila gumam sudah menyatu dengan jiwa raga, maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan. Yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar yang nantinya akan mampu merobohkan isrtana yang penuh kepalsuan gedung-gedung yang dihuni kaum munafik”
“Tatanan negeri ini sudah hancur Anakku”
“Dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini
Mereja hanya bisa bersolek di depan kaca tapi membiarkannya punggungnya penuh noda dan penuh lendir hitan yang baunya kemana mana
Mereka selalu menyemprot kemaluannya denang parfum luar negeri
Di luar berbau wangi di dalam penuh dengan bakteri
Dan hebatnya sang penguasa negeri ini pandai bermaniin akrobat
Tubuhnya mampu dilipat-lipat yang akhirnya. pantat dan kemaluannya sendiri mampu dijilat-jilat
Anakku apabila pedang sudah dicabut janganlah surut janganlah bicara soal menang dan kalah, sebab menang dan kalah hanyalah mimpi-mimpi, mimpi-mimpi muncul dari sebuah keinginan,
Keinginan hanyalah sebuah khayalan , yang akan melahirkan harta dan kekuasaan.
Harta dan kekuasaan hanyalah balon-balon sabun yang terbang di udara
Anakku asahlah pedangmu, ajaklah mereka bertarung di tengah padang, lalu tusukkan pedangmu di tengah-tengah selangkangan mereka. Biarkan darah tertumpah di negeri ini”
Satukan gumammu menjadi revolusi!!!

celoteh

aku sekarang ada di kota yang sepi dan jauh dari keramaian..
cuman itu sangat berbenturan kawan, yang aku kira hanya sebuah kota yang sepi kini aku dengar tawa orang-orang mabuk yang bersendawa denga alkohol dan menikmati lagu yang tengah mereka bawakan dengan alunan yang tidak pas dan menurutku fals.
aku tersingkir kehadapan mukaku sendiri yang biasa menuliskan ini, aku serasa enggan untuk kesana dan bergabung dengan mereka yang menurutku sungguh kampungan, mengagungkan figur artis yang sama-sama manusia lemah seperti kita,
naif memang kawan, tapi aku juga jemu dan menurutku sungguh munafik memang, tapi alangkah baiknya untuk tidak berlebihan sepeti itu.
aku sekarang mulai pegal, dan ingin berhenti, tapi kalau ini berhenti, serua mulutku terus saja mengoceh dan orang-orang akan memaki ku.

aku rindu akan keseharian kita
ngopi,
debat,
nongkrong depan sambil melihat kota bandung,
atau hanya sekedar ngobrol biasa,

aku serasa tidak punya kawan disini teman, semua yang kuajak berbincang, semuanya bisu dan tuli tak mendengar, seperti kuping mereka sudah dicocoki sesuatu yang tidak bisa menerima kebebasan seperti layaknya kita yang bergaung freedom.

mungkin bagi mereka yang sedang menindas, terlihat jelas akan kebenaran yang mereka utarakan dan yang mereka teriakan..
muak kawan,,
aku serasa sendiri, dan menelan pahit nya menjadi seorang yang ikut merasakan hidup mereka kawan..
tidak kah kau ingat, seorang pengamen yang sedang mencari kepingan uang di kampus kita, menurutku itu suatu bukti kongkrit akan cacat nya moral penguasa negeri kita ini, menurut ku itu sangat perlu akan jalannya pemerintahan ini.
dan kita harus mengawasi orang kolot yang tengah duduk enak di istana kerajaan indonesia, dengan semua fasilitas yang di berikan rakyat kecil. memang benar kita selaku yang ikut brjuang di pihaknya tengah mencari arti kata kebenaran, yang menurutku itu semu dan sangat menjemukan.

percikan diri

hingga kini aku dan manusia lainya bertampik dalam kemunafikan diri yang tiada akhir, dengan arak yang semakin menggilai tubuhku, dengan daun racun yang terus merusak paru-paru, adakah secercah dosa yang membuat ku damai dan tidak merusak diri??
hingga kini pun aku ingin tinggalkan, aku bersikap seperti lilin dalam gelap semua menghampiri dan ingin memejarakan jiwa. asap mengepul dimulutku trus memutih dengan ganas, tak ingin ku tinggalkan dan tak ingin ku hilangkan, naif memang, datang dan hampiri aku, untuk membicarakan ini, hati, dan rasa ragu, hingga kebebasan yang aku inginkan.

bagimu yang ikut bimbang

atheisme

pada hal ini aku mulai ragu, ragu akan rokok ditanganku, ragu akan kopi yang aku minum hingga setengahnya, ragu dengan komputer didepanku, ragu dengan yang aku tulis ini, entah dengan rasa skeptisku yang berlebihan, hingga akupun takut ragu akan diriku apalagi dengan tuhan, aku tidak bosan dengan sekte kepercayaan yang ada hingga yang tak masuk akal, tolong aku dengan berdiskusi, ajakan yang membuat mu bimbang dan gamang sendiri apakah itu lazim???
hingga sekarang bacaan yang kuanggap terbaik adalah zarathustra karangan fisuf yang dianggap gila yaitu nietzche, fredich wilhem nietzche. dimana ia sangat berani untuk membunuh tuhan dan membebaskan manusia pada dosa yang ditanggunggnya, pada masa yang datang setelah kematian, aku takut seperti itu, dengan apa???
enggan kah kau merangkulku yang berada dalam situasi yang tak kunjung henti menghantui ku, seperti ibrahim yang berfilsafat, ataupun seperti anak yang mulai ragu dan mengethaui ada yang bukan dalam naunganya. ada sebuah pertanyaan besar "jikalau tuhan menciptakan batu besar apakah mungkin tuhan bisa mengangkatnya?" juga "Jika kamu menganggap semua agama benar,kenapa tidak semua agama kamu anut??? Jika kamu menganggap kebenaran hanyalah dari tuhan,mau kah kamu mengakui kebenaran yang salah itu dari tuhan???
seperti halnya skenario sejarah manusia yang selalu dikisahkan.

percikan diri

adakah kalanya seorang manusia itu sesuci nabi???, sedangkan nabi pun pernah khilaf. seakan semua ini naif, aku tak menyangkal mu dan tak membantahkan keagunganmu, tapi benarkah?
aku ini orang kotor, picik, munafik, sedang kalanya potensi positif dalam diri sering memunculkan sifat kemanusiaan, aku suka akan berdiskusi, siapapun itu aku ingin berdiskusi denganmu, dengannya ataupun dengan seorang yang kucintai. aku seorang yang keras kepala akan hal seperti ini aku begitu sensitif dikala semua manusia menggoyahkanku akan hal yang jadikan sangat prinsipil bagiku, yakni kepercayaan, ideologi, dan wanita yang kusayangi. indikator dalam suatu kepercayaan tidak bisa manusia simpan dan publikasikan bahkan menjustifikasikan, itulah yang membuat suatu kepercayaan bersifat privat bukan publik menurutku, aku seorang yang pecinta kebebasan, maukah seni, hati, ataupun apa itu yang bersifat tidak memaksa, tetapi kalanya manusia itu sangat beragam dan aku inginkan sama dalam pandangan ideologi ku yaitu sosialisme, dalam kebebasan yang perlu digaris bawahi dan tentu tidak berlebihan, aku suka akan suatu masyarakat di Amerika yaitu hipis ditulis hippie, menurut ku masyarakat itu adalah jelamaan dari manusia-manusia bandel yang tidak mau diatur dan suka akan kesenangan dirinya, bebas yang sebebas-bebasnya.
seuntai kata saja tidak bisa menjelmakan akan hakikat diri dalam manusia yang sangat beraneka itu, bila halnya naluri manusia bersikap tidak pada dualisme alam, apa yang akan terjadi?
tentu ketimpangan yang luar biasa, dengan skenario sejarah manusia yang terusmenerus dikisahkan pun ikut menyeret para ilmuan atheis mengungkap kebenaran tanpa memandang keagunganmu.