Senin, 17 Maret 2008

karya saya

Setelah Mei 1988

10 tahun berlalu ta berubah

Meski siapapun sekarang yang terdepan

Berkoar akan perubahan adab

10 tahun seperi tiada arti

Hanya teranggap angin lalu

Setelah saudara kami yang tertelan maut

Kini terasa tapi berasa hambar

10 tahun pun berlalu

Tetua rezim yang ditakuti pun telah punah

Sampai sekarang,,

10 tahun yang terlewat

Terima kasih sobat,,

Nama kalian terkenang di raut sejarah Reformasi

Pasti kawan.





sajak 2

Puisi yang ngga penting

Apa ini,,

Tangan ku pegal dan leherku sakit,

Setelah berlama-lama menyetubuhi mu

Aku ingin sekali memejam mata

Dan menikmati tubuh hawa di naungan mimpi

Tapi ka uterus memaksaku untuk ini

Aku tak bisa,,

Oh……….

Kenapa kau terus begini

Tanganku semakin keram dan lumpuh

Leherku semakin ta bisa mengadah

Rasa nya ingin berlabuh di pelabuhan terakhirku

Dan peduli setan akan mu

Aku akan pergi dan meninggalkan mu

Sendiri di tiris udara terhimpit rongga kayu ta beraturan



BERDIRI PALESTINA !!!!!!!!!







Air Mata Palestina…

BANGUN SAUDARKU,, sudah pada waktunya kita sekarang menentukan sikap, kecaman dari tentara zionis yang membawa anjing lakukan swiping ke rumah-rumah muslim di Palestina sudah tidak mengindahkan sisi kemanusian. Kita harus membuka mata, bahwa tidakkah tergugah hati kalian untuk ikut serta berjuang dipihak yang tertindas dalam hal agama, politik, Muoun ekonominya.

Disini siapa yang berwengan penuh akan hal itu?, ya tidak salah lalgi itu adalah founding father kita sendiri, bapa presiden, penguasa Indonesi, tidak bersikap netral dan tidak ingin tahu akan kejadian yang menimpa dunia, kita Sang macan Asia yang telah lama tertidur dan mengusik hati pada saudara kita di tanah Palestina. Aku mengutuk ISRAEL.

Indonesia sebetulnya diharapkan untuk memimpin kejadian yang terjadi di Asia pada permasalahan dunia tapi apa yang terjadi? Malahan mengontek dan diperintah memberikan laporan pada anggota TNI untuk menjaga diri, apa itu?? Seharusnya kita semua ikut, ikut berjihad, aku sedih dan ingin memeluk saudara-saudara Palestina. Kita harus sedih dan trus untuk membuka mata, ledakan bom, dentuman meriam, percikan rudal, tembakan-tembakan tentara zionis terus menghujat regenerasi Palestina yang terus-menerus terkapar dalam pendertiaan.

Dalam permasalahan ini siapa yang sebetulnya? Amerika? Israel? Hamas? Atau Inggris yang memberikan negara Israel pada tanah jajahan ya?? Jelas sekali Israel yang harus kita tindak, sudah banyak pemindai kata yang diberikan? Sudah banyak pula perundingan yang dilakukan hingga berhenti. Kita tetap merasa kecewa, seluruh umat manusia yang berada di belahan dunia mengutuk jua aksi-aksi separatis Israel yang mengerikan, mereka sungguh biadab, berkisara 700 kepala manuisia yang mati akibat perang tersebut, ratusan tentara Hamas yang segera akan di hokum mati atau pun entah diperlakukan seperti apa, yang jelas pasti lebih sadis dari para Dracula penyula di Crusader (Perang Salib).

Sisi kemanusiaanku bangun dan timbul ikut menangis untukmu, berdoa untukmu, saudaraku. Aku yakin Tuhan begitu agung bisa menangkal dalam negara yang menjadi sejarah besar umat manusia untuk tiga agama besar, aku pun menanti murka tuhan pada nya, yang melakukan aksi tidak kemanusiaan, sudah pada waktunya penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Aku berada dalam isak tangis bersama darah, menanti pangkuanmu yang ketakutan, bosan akan bau amis darah, bosan akan bising mesiu-mesiu merambah hati, mata, dan nurani…

Allahuakbar,

Tito, dalam tangis di

INDONESIA